FIRDAUS
Sabtu, 02 Juni 2012
Senin, 28 Mei 2012
Istilah "sistem"
berasal dari bahasa Yunani "Systema" yang mempunyai pengertian
:
a. Suatu keseluruhan yang tersusun
dari sekian banyak bagian.
b. Hubungan yang berlangsung
diantara satuan-satuan atau komponen secara teratur.
Jadi, dengan kata lain istilah "systema"
itu mengandung arti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan
secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. (Sumber: Tatang M. Amirin,
Drs.).
Sedangkan pengertian "sistem
sosial", menurut Jabal Tarik Ibrahim dalam bukunya Sosiologi Pedesaan,
adalah sejumlah kegiatan atau sejumlah orang yang mempunyai hubungan timbal
balik relatif konstan. Hubungan sejumlah orang dan kegiatannya itu berlangsung
terus menerus. Dari tiga hal di atas terdapat tiga hal pokok, yaitu :
a. Dalam setiap "sistem
sosial" ada sejumlah orang dan kegiatannya.
b. Dalam sustu "sistem
sosial", orang-orang dan atau kegiatan-kegiatan itu berhubungan secara
timbal-balik.
c. Hubungan yang bersifat
timbal-balik dalam suatu "sistem sosial" bersifat konstan.
Dari uraian tadi menunjukkan
bahwa "sistem sosial" merupakan kesatuan yang terdiri dari
bagian-bagian (elemen atau komponen), yaitu :
a. orang dan atau kelompok
beserta kegiatannya.
b. Hubungan sosial, termasuk di
dalamnya norma-norma, dan nilai-nilai yang mengatur hubungan antar orang atau
kelompok tersebut.
"Sistem sosial"
merupakan ciptaan dari manusia, dalam hal ini "sistem sosial" terjadi
karena manusia adalah makhluk sosial. Ada beberapa hal yang membuat manusia
menciptakan "sistem sosial", antara lain karena :
a. Manusia mempunyai kebutuhan
dasar biologi tertentu seperti pangan, papan, sandang dan seks.
b. Untuk memuaskan kebutuhan ini,
manusia tergantung pada organisasi-organisasi kemasyarakatan.
c. Kenyataan di atas menciptakan
kebutuhan-kebutuhan lain, yaitu kebutuhan sistem pada diri individu.
d. Pada akhirnya manusia berusaha
untuk memaksimumkan kepuasan dari kebutuhan dirinya.
"Sistem sosial"
mempengaruhi perilaku manusia, karena di dalam suatu "sistem sosial"
tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku
anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap "sistem sosial" pada
tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan
membedakan dari lingkungannya ("sistem sosial" lainnya). Selain itu,
di dalam "sistem sosial" ditemukan juga mekanisme-mekanisme yang
dipergunakan atau berfungsi mempertahankan "sistem sosial" tersebut.
Minggu, 27 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


































































